Malam
ini gue melewati fase dimana orang menyebutnya teringat pada sang mantan. Gue
tiba-tiba kepikiran dia, dan setelah itu gue kirimin dia sms. Ternyata, kita
berantem lagi, seperti masa lalu. Lalu, gue tiba di satu fase lagi, dimana
orang menyebutnya menyesali masa lalu. Gue teringat kenapa kita berantem,
alasan-alasan kenapa gue mutusin dia, kenapa gue bilang nggak bakal bisa
balikan lagi sama dia. Dan, kesimpulannya adalah gue sangat brengsek pada masa
itu, karena ternyata kemudian gue tiba ke fase lainnya yang dibilang orang
adalah menyesali kesalahan.
Apa
gue bisa minta pengampunan dari mantan gue itu?
Ada
satu saat dimana Gue ngebayangin dia bakal minta balikan, dan gue dengan
menahan otak gue untuk mengirimkan kata iya ke lidah gue, menghela napas dengan
berat hati dan berkata : I don’t think that we can make it, because I am really
messed up and you deserve better.
Tapi,
lucu juga kan kalau seseorang dengan sengaja minta rasa sakit yang pernah dia
alami itu untuk siap-siap datang sekali lagi? Gue bukan mantan ataupun pacar
yang baik, dan dia udah pasti nggak terkesan sama sekali dengan apa yang udah
kita lewati.
Gue
yang kekanakan, nggak punya pendirian yang tetap. Gue nggak bisa tegas terhadap
keadaan gue, apalagi dengan berpikir jernih. Tadinya gue punya banyak hal buat
ditulis, sekarang gue kehilangan kata-kata.
Gue
akan tiba di fase yang mana lagi?
Oh,
iya. Fase dimana gue berharap gue bisa mengulang waktu dan jadi pacar yang baik
buat dia, atau, setidaknya kita bisa beneran balikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar